BUKAN TANDA CINTA

Ketika semakin banyak harta, belum ada jaminan bahwa itu adalah tanda keberkahan

Karena orang yang lalai dan menurutkan nafsu, mereka pun ketika di benci oleh Allah maka Allah membuka kan pintu dunia untuk mereka….

(فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّىٰ إِذَا فَرِحُوا بِمَا أُوتُوا أَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً فَإِذَا هُمْ مُبْلِسُونَ)

Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.
(Surat Al-An’am 44]

Itulah jawaban….

Kenapa orang yang datang ke dukun menjadi terpedaya ?

Kenapa orang yang membuka aurat menjadi dipuja dan bergelimang dengan harta ?

Kenapa pegawai yang culas tapi kariernya cemerlang ?

Kenapa jarang ngaji dan jarang beribadah tapi lancar segala kebutuhannya ?

Bukan karena Allah senang kepada mereka….sesekali bukan itu…. Allah sedang mengulur dunia padanya.

Allah sedang melalaikan mereka dengan harta supaya bertambah amnesia mereka dengan harta yang mereka genggam dan kelak menjemput adzab pedih di akherat…

Wal iyadhu billahi….

ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ

@cahayasunnah

__Posted on
September 9, 2020
__Categories
Muhasabah