๐Ÿ”– SUNNAH MENYEGERAKAN BERBBUKA PUASA

Salah satu sunnah yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wasallam ketika berpuasa adalah bersegera dalam berbuka dan tidak menunda-nunda ketika waktu berbuka telah tiba.

Dari Sahal Ibnu Saโ€™ad radliyallaahu โ€˜anhu bahwa Rasulullah shallallaahu โ€˜alaihi wa Sallam bersabda:

ู„ูŽุง ูŠูŽุฒูŽุงู„ู ุงูŽู„ู†ู‘ูŽุงุณู ุจูุฎูŽูŠู’ุฑู ู…ูŽุง ุนูŽุฌู‘ูŽู„ููˆุง ุงูŽู„ู’ููุทู’ุฑูŽ

โ€œManusia akan tetap dalam kebaikan selama mereka mensegerakan berbukaโ€ (HR. Bukhari no. 1957 dan Muslim no. 1098)

Menurut riwayat Tirmidzi dari hadits Abu Hurairah radliyallaahu โ€˜anhu bahwa Nabi shallallaahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda:

ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุชุนูŽุงู„ู‰ ุฃูŽุญูŽุจู‘ู ุนูุจูŽุงุฏููŠ ุฅูู„ูŽูŠู‘ูŽ ุฃูŽุนู’ุฌูŽู„ูู‡ูู…ู’ ููุทู’ุฑู‹ุง

โ€œAllah โ€˜Azza wa Jalla berfirman: Hamba-hamba-Ku yang paling Aku cintai adalah mereka yang paling menyegerakan berbukaโ€ (HR. Tirmidzi no. 700)

๐Ÿ“Œ Faidah Hadits Yang Bisa Dipetik

  1. Disunnahkan bersegera berbuka. Para ulama telah sepakat atas hal tersebut. Jika telah jelas terbenamnya matahari dengan pengelihatan mata, atau berita orang yang terpercaya, atau persangkaan kuatnya bahwa matahari telah terbenam.
  2. Mensegerakan berbuka adalah tanda kebaikan, selama orang bersegera berbuka, maka kebaikan akan sentiasa bersamanya, namaun jika ia mengakhirkannya kebaikan itu akan hilang pula.
  3. Kebaikan yang yang diisyaratkan dalam hadits tersebut adalah kebaikan karena mengikuti sunnah.

Tidak diragukan bahwa mengikuti sunnah adalah sebab kebaikan dunia dan akhirat. Sebagaimana disebutkan dalam hadits Abu Dawud,

ู„ูŽุง ูŠูŽุฒูŽุงู„ู ุงู„ุฏู‘ููŠู†ู ุธูŽุงู‡ูุฑู‹ุง ู…ูŽุง ุนูŽุฌู‘ูŽู„ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ุงู„ู’ููุทู’ุฑูŽ ู„ูุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ูŠูŽู‡ููˆุฏูŽ ูˆูŽุงู„ู†ู‘ูŽุตูŽุงุฑูŽู‰ ูŠูุคูŽุฎู‘ูุฑููˆู†ูŽ

โ€œAgama ini akan terus nampak selama manusia bersegera berbuka, karena orang Yahudi dan Nashara mengakhirkan berbukaโ€ (HR, Abu Dawud no. 2353, Ibnu Majah no. 1698, Ahmad no. 27218).

Pembuat Syariat (Allah) Yang Bijaksana ini menuntut kaum muslimin agar tidak menyerupai ahlul kitab pada dalam ibadah mereka (Taudhihul Ahkam: 3/520)

Sumber : abuubaidillah.com

__Posted on
April 29, 2020
__Categories
Ramadhan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *